Rabu, 08 Maret 2017

Succes Story dari SDN Pegadungan 11 Pagi Jakarta Barat & SDN Pengadegan 07 Jakarta Selatan


Setelah program SAS periode ke-8 ini selesai, maka tahap keberhasilan program ini selanjutnya akan sangat tergantung dari kesiapan masing-masing sekolah peserta program. Beberapa sekolah telah menyiapkan hal ini dengan mengeluarkan beberapa kebijakan yang mendukung  program SAS sebagai ihktiar pembudayaan perilaku menjaga kesehatan diri dan melestarikan lingkungan. Diantaranya adalah SDN Pegadungan 11 Pagi Jakarta Barat. Di sekolah ini ada beberapa program pendukung SAS seperti :
  • Program Pemilahan Sampah→ pada program ini sekolah menyediakan tiga jenis bak sampah yang dibuat untuk memisahkan sampah organik, anorganik dan B3. Dengan demikian perilaku memilah sampah dapat difasilitasi dengan efektif bersama program ini
  • Grean House & Duta Lingkungan → digagas seiring dengan dicanangkannya program adiwiyata. Pada program ini, ada lima kegiatan yang dilakukan dengan melibatkan para duta lingkungan dan juga SAS secara sinergis, yakni; pembibitan, penanaman, penyemaian, perawatan dan pemeliharaan tanaman serta budidaya tanaman.
Esensi dari program ini adalah untuk menjadikan sekolah memiliki sumber oksigen yang memadai, bersih dari polusi udara, sekolah menjadi hijau dan segar, nyaman bagi seluruh warga sekolah, sehingga dapat menunjang kegiatan belajar mengajar yang kondusif. Dengan adanya program yang bertujuan menciptakan sekolah sehat ini, maka program SAS terkait sekolah sehat dapat dilanjutkan secara berkesinambungan di sekolah ini.
Selain itu, ada SDN Pengadegan 07 Jakarta Selatan yang juga memiliki kebijakan pendukung program SAS, yakni program “Bawa Bekal Sehat” yang diberlakukan setiap hari kamis. Program ini diadakan untuk membiasakan anak-anak tidak jajan sembarangan dan membawa bekalsehat hingga resiko terkena penyakit akibat jajan sembarangan dan mengkonsumsi makanan tidak sehat dapat diminimalisir. Setiap siswa dari kelas 1 sampai dengan kelas 6, diwajibkan membawa makanan/ bekal sehat yang mengandung sumber karbohidrat, protein dan vitamin lengkap seperti  nasi, lauk pauk dan sayur mayur. Di awal hal ini agak sulit karena tidak banyak anak-anak yang gemar menyantap sayuran. Namun seiring dengan waktu, pembiasan ini sudah mampu berjalan dengan cukup baik. Anak-anak semakin terbiasa mengkonsumsi sayur mayur dan beraneka jenis makanan bergizi lainnya meskipun masih ada sebagian yang belum bisa mengikuti. Untuk membuat program ini dapat berhasil secara keseluruhan, kekonsistenan pihak sekolah dalam memberlakukan program  harus terus dijaga. Orang tua pun harus ikut turut andil mendukung program ini dengan terus berupaya menyiapkan bekal bergizi bagi anak-anak diluar dari jadwal bekal sehat yang telah disepakati.
               
Program bekal sehat ini pada prakteknya oleh sekolah disinergikan denga program Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) yang telah diajarkan pada SAS. Sehingga dengan dua poin penting, yaitu bekal sehat dan CTPS, sekolah ini telah berupaya meningkatkan ketahanan hidup siswa didiknya dari segala penyakit yang disebabkan oleh makanan tidak sehat dan tangan yang kotor. Peningkatan ketahanan hidup ini prinsipnya sesuai dengan salah satu tujuan dari dilaksanakannya program SAS di 44 sekolah peserta.
           




0 komentar:

Posting Komentar