Rabu, 08 Maret 2017

Pendampingan Yang Bersahabat

air bersih, air bersih, bikin sehat dan kuat. Dikelola lebih dulu sebelum digunakan... jangan sampai kau cemari, sumber air yang ada.. sungai-laut, danau-waduk, air sumur dan tanah... semuanya kita jaga jangan sampai tercemar.. agar bumi kita ini.. lestari selamanya...”
Potongan lagu ini adalah salah satu metode yang di gunakan dalam pendampingan program SAS. Pada periode ke-8 ini, pendampingan dilakukan selama ± 5 bulan. Seminggu sekali, kakak fasilitator yang bertugas dimasing-masing sekolah mengadakan kunjungan rutin untuk memberikan pendampingan kepada 5 siswa yang telah lulus seleksi sebagai Sahabat Air dan Sanitasi. Materi inti program ini terdiri dari tiga tema besar yaitu: Air, Sanitasi dan Sampah.
           
Pada tema air, SAS diberikan informasi mengenai manfaat air, cara mengolah air sebelum digunakan, cara menghemat air, dampak pencemaran air serta cara melestarikan air agar tetap ada di masa yang akan datang. Sementara pada  tema sanitasi, SAS menerima informasi mengenai  langkah-langkah memutus rantai penularan penyakit yang disebabkan oleh lingkungan dengan cara berperilaku hidup bersih dan sehat. Selain itu juga disosialisasikan bagaimana caranya menciptakan lingkungan sekolah yang sehat sebagai penunjang tercapainya masyarakat sekolah yang berprestasi. Dan, pada tema sampah SAS belajar membedakan jenis-jenis sampah, dampak sampah yang mencemari lingkungan, juga cara mengolahnya melalui metode 3R (Reduce, Reuse, Recycle)

Selain lewat lagu-lagu yang menarik, pendampingan juga dilaksanakan dengan cara berdiskusi, brain storming, permainan kartu, intepretasi gambar, turun lapangan, menonton video, dll. SAS juga diajarkan kemampuan public speaking sebagai bekal untuk mengkampanyekan keseluruhan materi kepada masyarakat sekolah dan sekitarnya. Pendampingan yang bersahabat adalah salah satu cara untuk membentuk bonding yang kuat antara fasilitaor dan SAS sehingga seluruh pesan kebaikan yang terkandung dalam tiga tema besar program dapat dipahami sekaligus terinternalisasi kedalam kehidupan sehari-hari SAS.

0 komentar:

Posting Komentar