Rabu, 08 Maret 2017

Pejuang Dibalik Terbentuknya Agen Perubahan Lingkungan Cilik

Seminggu sekali SAS diberikan pendampingan dengan jadwal yang telah disepakati. 11 fasilitator ditugaskan untuk melakukan pendampingan tersebut diluar jam belajar di sekolah. Masing-masing fasilitator bertanggung jawab terhadap 4 sekolah yang berbeda, dan menghasilkan suasana pendampingan yang kondusif adalah ketrampilan awal yang harus dimiliki oleh seorang fasilitator program Sahabat Air dan Sanitasi (SAS).
Bukan hal mudah untuk membentuk sebuah hubungan yang dekat dengan SAS di  4 sekolah yang berbeda. Masing-masing SAS juga sekolah memiliki karakter khusus yang tak sama, sehingga dalam mengadakan pendekatan, fasilitator dituntut untuk kreatif demi menciptakan iklim pendampingan yang kondusif. Selain itu banyaknya waktu pendampingan yang dilakukan setelah jam belajar disekolah, dimana SAS sudah dalam kondisi lelah untuk menerima pelajaran, adalah tantangan tersendiri bagi para fasilitator untuk tetap mengkondisikan jalannya pendampingan dengan maksimal. Oleh karena itu, berbagai metode dan media pendampingan yang menarik merupakan syarat wajib agar materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh SAS.
           
11 fasilitator SAS di periode ke-8 ini berasal  dari latar belakang yang berbeda. Sebagian besar adalah ibu rumah tangga yang ingin mengisi waktu luangnya untuk kegiatan bermanfaat. Seminggu sekali sebelum terjun untuk melakukan pendampingan, para fasilitator ini berkumpul membahas strategi juga progresivitas pendampingan agar dapat dievaluasi bersama-sama. Saling tukar pengalaman dan informasi selama pendampingan di minggu sebelumnya membuka ruang diskusi yang dinamis sehingga tercetus ide-ide segar sebagai solusi terhadap permasalahan yang dihadapi.
Keprihatinan akan kondisi lingkungan yang kurang memadai bagi generasi selanjutnya, membuat para fasilitator sepakat untuk menjadikan program SAS ini sebagai pintu yang menjembatani terbentuknya agen-agen perubahan lingkungan cilik di wilayah cakupan peserta program. Selain bertujuan untuk menjaga kelestarian bumi dan isinya, diharapkan melalui agen-agen perubahan lingkungan cilik ini, ketahanan hidup generasi yang akan datang akan lebih terjaga.

0 komentar:

Posting Komentar