Rabu, 08 Maret 2017

Meretas Ketahanan Hidup Melalui Barang Bekas

Dr. Aidan Cronin, Ketua Program Water, Sanitation, and Hygiene (WASH) dari UNICEF Indonesia mengatakan bahwa “sebanyak 88% angka kematian anak akibat diare disebabkan oleh kesulitan mengakses air bersih dan keterbatasan sistem sanitasi.”     
Fakta diatas tentu telah menimbulkan permasalahan bagi keberlangsungan generasi yang akan datang. Air bersih yang sulit diakses salah satunya diakibatkan oleh sumber air yang telah tercemar sampah. Butuh proses yang lama dan mahal untuk dapat menjernihkan air yang telah terkontaminasi. Sementara, generasi kita tidak bisa menunggu untuk dapat terus tumbuh dan berkembang dengan layak dan bahagia.
Merespon hal tersebut dalam program sahabat air dan sanitasi ini, permasalahan sampah juga menjadi bahasan materi tersendiri pada saat pendampingan. Selain mengenal berbagai macam jenis-jenis sampah, SAS juga diberikan informasi bagaimana cara mengolah sampah agar dapat menjadi sahabat yang ramah bagi lingkungan sekaligus dapat meningkatkan ketahanan hidup generasi yang akan datang. Mengapa demikian? Sebab jika lingkungan terbebas dari sampah maka akan semakin kecil kemungkinan penyakit yang disebabkan oleh lingkungan kotor menjangkiti generasi penerus bangsa. Semakin banyak kesempatan anak-anak yang akan hidup sehat dan bahagia sehingga mampu melakukan banyak hal positif untuk dapat meraih cita-citanya.
            
Selain itu, sampah yang serius diolah dengan tepat akan memberikan peluang pertumbuhan ekonomi yang signifikan bagi para generasi penerus bangsa. Barang bekas yang tak dapat lagi hancur  dapat di daur ulang menjadi berbagai macam barang “pakai kembali”  yang bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari dengan daya jual yang cukup menjanjikan. Kita pun telah sama-sama tahu, berapa banyak kisah sukses para pengusaha muda yang telah berhasil menjadikan barang bekas sebagai modal untuk memulai bisnis usahanya bagi kemashlahatan masyarakat.
 
Oleh karenanya, materi hasta karya yang diberikan pada saat pendampingan program SAS ini diharapkan mampu mengurai permasalahan sampah disekitar lingkungannya menjadi ide-ide inovatif yang bernilai ekonomis. Lingkungan bersih, pemberdayaan ekonomi meningkat dan akan semakin tinggi harapan negri ini kelak dipimpin oleh para agen perubahan yang cerdas berprestasi sekaligus memiliki kepekaan yang tinggi terhadap lingkungan.

0 komentar:

Posting Komentar