Selasa, 29 Maret 2016

Menelusuri Jejak Sekolah Terbaik Program SAS Periode 7

Secara keseluruhan program sahabat air dan sanitasi bertujuan untuk membentuk agen perubahan lingkungan cilik. Pendampingan seminggu sekali yang intens selama lima bulan, diharapkan dapat menjadi modal untuk menularkan kebiasaan baik dalam melestarikan lingkungan dan menjaga kesehatan diri. 48 sekolah dasar di DKI Jakarta dan Kota Depok dilibatkan dalam kegiatan periode ke-tujuh ini demi memperluas jangkauan informasi terkait air dan sanitasi yang aman dan memadai. Dalam perjalanannya, terdapat beragam situasi dan kondisi yang tidak mudah untuk dilewati untuk mewujudkan sebuah program dengan  sempurna. Namun demikian, pantang langkah mundur demi melihat kehidupan generasi yang akan datang menjadi lebih baik lagi dari apa yang telah kita hadapi hari ini.
Lima bulan pelaksanaan program menjadi waktu yang begitu singkat untuk dapat menemukan jejak-jejak sekolah yang mendukung program dengan makasimal. Namun demikian, setelah melalui beberapa rangakaian penilaian, maka terpilihlah tiga sekolah peserta yang dinyatakan terbaik pada program SAS periode ke-7 ini. Adapun sekolah-sekolah tersebut terdiri dari SDN Rawa Bunga 01 Pagi, SDN Kalibata 12 Pagi dan SDN Abadijaya 2 Depok.
                                  Tiga sekolah terbaik program SAS periode 7 (2015-2016)
Di SDN Rawa Bunga 01 Pagi, telah berjalan beberapa program seperti piket mandiri tanpa diawasi guru namun ada pengawas dari siswa sendiri yang diberikan tugas untuk mengkordinir pekerjaan piket teman-temannya setiap hari.  Piket yang dilaksanakan tak hanya sekedar menyapu kelas saja, tapi sampai pada aksi pemeriksaan kolong meja bebas sampah, membersihkan kaca jendela agar bebas  debu, hingga mengantarkan sampah yang terkumpul sampai pada tempat pembuangan akhir yang berada di depan sekolah.
          Mempelajari tentang sampah, membuat SAS Rawa Bunga melakukan banyak aksi dalam menjaga kebersihan sekolah
Sementara di SDN Kalibata 12 Pagi, telah diterapkan beberapa program yang mendukung program SAS seperti adanya apotik hidup, program “Lihat-Ambil-Buang” (sampah) oleh siapapun masyarakat sekolah untuk menuju sekolah bebas sampah, program sarapan pagi bergizi seimbang tiap jumat dengan membawa bekal sendiri dari rumah, dan juga adanya program membawa botol minum sendiri untuk mengaplikasikan metode reduce dan reuse.
      
   Penerapan program bawa bekal SAS Kalibata 12      Program sarapan bergizi seimbang tiap Jumat
Kemudian, di SDN Abadijaya 2 Depok, telah terjadi kenaikan pengetahuan informasi tentang air dan sanitasi pada masyarakat sekolahnya. Antusias perangkat sekolah dalam mendukung program SAS terlihat dari aktifnya mading sekolah yang memuat informasi mengenai program SAS yang terus diperbaharui. Siswa SAS yang juga memiliki keberanian dan kreatifitas yang tinggi kerap memberikan inovasi dalam  membuat program ini cukup diterima dengan baik oleh masyarakat sekolah.
                  
          SAS Abadijaya 2 berlatih puppet    Kampanye kreatif siklus air     Poster global warming                    Info materi SAS
    Keunikan program dari masing-masing sekolah terbaik ini dalam mendukung program SAS periode ke-7 layak diapresiasi dengan memberikan plakat penghargaan, sehingga semangat untuk terus menjalankan program di sekolah dapat terus terpelihara. Plakat penghargaan sekolah terbaik diberikan pada saat acara monitoring dan evaluasi program periode 7. Dengan demikian misi menciptakan agen-agen perubahan lingkungan cilik semakin besar peluangnya untuk diwujudkan saat ini dan di masa yang akan datang.

0 komentar:

Posting Komentar