Kamis, 25 Juni 2015

Liputan Dai TV (Kunjungan PALYJA)

Meneropong Perjalanan Air Bersih bersama DAAI TV
    Salah satu rangkaian kegiatan yang dijalankan dalam program sahabat air dan sanitasi adalah kunjungan ke instalasi pengolahan air PT.Palyja. Pada periode SAS yang ke-5 ini kegiatan kunjungannya terasa lebih istimewa karena ditemani oleh kru DAAI TV. Di bulan November 2013, sebanyak 180 siswa SAS berkeliling untuk belajar secara langsung bagaimana proses pengolahan air dari sungai hingga bisa dialirkan sampai ke rumah-rumah penduduk dan dapat dinikmati sebagai air bersih yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan kita sehari-hari. Pada hari itu, seluruh kegiatan kunjungan siswa SAS diliput oleh DAAI TV untuk ditayangkan pada acara liputan cilik.
                 

Dalam kunjungan ini siswa SAS mendapatkan informasi bahwa ketersediaan air bersih di daerah DKI Jakarta sudah semakin sulit. Dari 13 sungai yang ada di Jakarta hampir tidak ada yang airnya dapat dijadikan air baku untuk memenuhi kebutuhan masyarakatnya secara langsung. Air harus dikelola terlebih dahulu dengan proses yang cukup panjang dan rumit. Siswa SAS diajak berkeliling ke tempat proses pengolahannya dan melihat langsung bagaimana air kotor yang berasal dari sungai/kali itu dialirkan ke beberapa kolam penyaringan hingga masuk ke dalam ruangan bawah tanah dimana air mengalami proses pemberian kaporit agar terbebas dari segala kuman.

                 

Pada saat berkeliling, Ibu Meyrita, pimpinan PT.Palyja juga turut menemani siswa SAS. Beliau menegaskan dalam wawancaranya bersama DAAI TV bahwa diadakannya kunjungan ini salah satunya adalah untuk memberikan edukasi kepada pengunjung agar mengetahui bahwa proses pengolahan air bersih itu tidak-lah mudah dan membutuhkan proses yang sangat panjang. Oleh karena itu beliau juga mengajak seluruh pengunjung untuk mulai melakukan pelestarian air dengan cara menghematnya sekaligus menggunakannya dengan bijak.

                            


    Setelah hampir seharian belajar tentang pengolahan air di Palyja, sebelum pulang, siswa SAS diperbolehkan untuk mencicipi langsung air bersih yang sudah dikelola dengan sempurna. PT Palyja juga memberikan kenang-kenangan berupa tempat air minum sebagai simbol aksi ramah lingkungan. Dengan menggunakan tempat air minum yang dibawa dari rumah, akan mengurangi pembeliaan air kemasan. Hal ini berefek pada pengurangan sampah atau limbah yang salah satunya dapat mencemari sungai. Jika sungai tidak tercemar, maka akan semakin mudah untuk mengolah airnya menjadi air bersih siap pakai. Usai sudah kebersamaan siswa SAS dan DAAI TV untuk meneropong perjalanan air bersih yang asal awalnya dari sungai yang kotor hingga dapat kita nikmati sebagai sarana pemenuhan kebutuhan hidup.

0 komentar:

Posting Komentar