Jumat, 19 Juni 2015

Kunjungan Wakil Kedubes Jepang (EoJ) Tahun 2014

Kunjungan Wakil Kedubes Jepang (EoJ) Tahun 2014
Bapak Yamada


Turun kelapangan (sekolah program) merupakan salah satu agenda dari pihak donor seperti EoJ dalam program Sahabat Air dan Sanitasi. Bapak Yamada Fuminori kembali menjadi wakil kedubes Jepang (EoJ) untuk melihat langsung serta berinteraksi dengan pihak sekolah peserta program SAS periode 2013-2014. Dalam setiap kunjungan yang dijalankan selama 1 hari, tidak semua sekolah peserta dapat dikunjungi tetapi biasanya sekitar 3-4 sekolah yang dianggap dapat mewakili peserta program yang lain. Sekolah yang dikunjungi merupakan sekolah yang dinilai memiliki perubahan atau peningkatan pengetahuan serta perilaku tentang air dan sanitasi yang didapat dari pengolahan data kuesioner post tes dengan pre test I juga observasi fasil dilapangan mengenai kebijakan yang dibuat dan dijalankan pihak sekolah terkait program SAS. Pada kesempatan kali ini ada 5 sekolah yang dikunjungi yaitu SDN Tanjung Barat 09 & 10 Pg, SDN Lenteng Agung 05 & 06 Pg dan SDN Duri Kosambi 11 Ptg.













Tim kunjungan pertama kali mendatangi SDN Tanjung Barat 09 & 10 Pg, Jakrta Selatan. Sekolah tersebut berada dilingkungan perkampungan yang terlihat masih cukup asri dengan rindangnya pepohonan namun ternyata bangunan sekolah tersebut adalah bangunan lama yang belum sempat mendapatkan jatah renovasi keseluruhan dari pihak pemerintah. Sehingga berdasarkan survey awal tentang fasilitas air dan sanitasi, sekolah tersebut mendapatkan bantuan yang cukup banyak dalam hal perbaikan toilet murid disamping pembangunan wastafel, madding dan tempat sampah. Bpk. Yamada disambut dengan kampanye gabungan SAS tentang pelestarian air dan PHBS, kemudian beliau didampingi kepala sekolah, guru pendamping serta SAS keliling melihat fasilitas air dan sanitasi khususnya bantuan yang telah diberikan. Setelah itu melihat kebun sekolah yang ditanami tanaman umbi-umbian dan obat-obatan keluarga (TOGA).







Kunjungan dilanjutkan ke SDN Lenteng Agung 05 & 06 Pg Jakarta Selatan. Di sekolah ini Bpk. Yamada disambut kampanye drama sampah oleh SAS LA 05, dilanjutkan dengan praktek pembuatan hastakarya pembatas buku dari kardus bekas kemudian aksi Cuci Tangan Pakai Sabun bersama yang dipimpin oleh SAS dari 2 sekolah tersebut dan ditutup oleh kampanye Phuppet Show oleh SAS SDN LA 06 Pg dengan judul Lestari Airku, Lestari Bumiku. Seperti biasa pengecekan fasilitas air dan sanitasipun dilakukan oleh Bpk.Yamada sambil berbincang dengan warga sekolah tentang usaha mereka menjaga dan merawat fasilitas bantuan yang telah diberikan.

Kunjungan Bpk.Yamada berakhir di SDN Duri Kosambi 11 Ptg, Jakarta Barat. Meskipun melewati jalanan yang macet semangat Bpk.Yamada tidak surut disepanjang perjalanan dari Lenteng Agung ke Duri Kosambi yang cukup jauh, beliau berbagi cerita dengan tim Forkami tentang bagaimanan penanaman pendidikan air dan sanitasi di Jepang. Dinegara asal beliau sudah menjadi kebiasaan untuk anak sekolah membawa bekal makanan dan minuman dari rumah sehingga tidak ada kebiasaan jajan disekolah, kedisplinan menjaga kebersihan mulai dari memersihkan toilet disekolah, dirumah dan ditempat kerja. Di jepang jarang sekali adab pembantu sehingga setiap orang didik untuk mandiri dari sedini mungkin, mulai dari banbgku sekolah membersihkan toilet bukan merupakan suatu yang tabu karena itu menjadi tugas semua warga sekolah, tidak hanya dibebankan kepada penjaga sekolah saja.













Di SDN Duri Kosambi Bpk.Yamada menyaksikan kampanye SAS tentang pelestarian air dan praktek composting takakura. Kemudian berkeliling melihat bantuan fasilitas air dan sanitasi yang telah diberikan bprogram SAS di sekolah tersebut sambil berbincang dengan kepala sekolah. Bpk.Yamada menyarankan untuk mengurangi pemakiaan tissue dengan membiasakan setiap murid untuk membawa sapu tangan dan memawa bekal makan dan minum dari rumah.


0 komentar:

Posting Komentar