Jumat, 19 Juni 2015

Kunjungan Wakil Kedubes Jepang (EoJ) Tahun 2012 - bag. 2

Kunjungan Wakil Kedubes Jepang (EoJ) Tahun 2012 - bag. 2
Bapak Yamada 

 

Bapak Yamada Fuminori menjadi perwakilan dari Kedubes Jepang untuk terjun langsung ke dua sekolah peserta program SAS periode 2011-2012 yaitu, SDN Kedaung Kali Angke 12 Pg, Jakarta Barat dan SDN Jatinegarakaum 07 Pg, Jakarta Timur. Serta dua sekolah lain calon peserta Program SAS periode 2012-2013 yaitu, SDN Menteng Atas 01 dan 04 Pg, Jakrta Selatan pada tanggal 14 November 2012.

Kunjungan Bpk.Yamada selaku perwakilan dari Kedubes Jepang disambut antusias oleh pihak sekolah, begitupun Bpk.Yamada terlihat semangat saat mengecek bantuan seperti wastafel, perbaikan dan pembersihan toilet murid, Mading serta 1 set tempat sampah. Selain itu Bpk.Yamada juga berbincang seputar keberlangsungan program SAS di sekolah peserta, apa dampak yang paling dirasakan, bagaimana pihak sekolah dan SAS mengadakan kegiatan untuk meningkatkan kebiasaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat sehari-hari, penghematan serta pelestarian air.













Pihak sekolah merasa senang dan semangat ikut dalam program SAS, karena dengan adanya program SAS pihak sekolah mersakan dukungan nyata untuk mengadakan kegiatan seputar pelestarian air dan PHBS disekolah, tidak hanya dukungan materil tetapi juga dukungan moril dan peningkatan pengetahuan yang diperoleh dari pelatihan, kegiatan lapangan serta pendampingan intensif yang diberikan oleh para fasilitator program. Bahkan SDN Jatinegarakaum 07 Pg berhasil mendapatkan penghargaan sebagai sekolah sehat tingkat kecamatan Pulo Gadung tahun 2012, karena keadaan kebersihan lingkungan sekolah mereka yang dinilai meningkat dan terlihat sudah mulai menerapkan kepedulian terhadap kebersihan dan keasrian lingkungan sekolah. Hal ini diakui oleh Ibu Kepala Sekolah erat kaitannya dengan program SAS yang ada, dimana pihak sekolah diajarkan cara mengolah sampah organic menjadi pupuk kompos dengan metode keranjang takakura, adanya kampanye dari SAS untuk mengajak warga sekolah menjaga kebersihan diri sendiri dan lingkungan sekolah serta adanya penanam tanaman obat keluarga (TOGA) di sekitar lingkungan sekolah.



Diakhir perbincangan tersebut Bpk.Yamada berpesan agar pihak sekolah dapat memanfaatkan secara maksimal bantuan program SAS dengan aktif membuat kebijakan dan kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku tentang penghematan air serta PHBS, tidak hanya selama program SAS berlangsung namun untuk seterusnya sekolah dapat mandiri karena sudah mendapatkan bekal pendampingan dari fasilitator program. (dw/forkami)

0 komentar:

Posting Komentar