Kamis, 18 Juni 2015

Kunjungan Wakil Kedubes Jepang (EoJ) Tahun 2012

Kunjungan Wakil Kedubes Jepang (EoJ) Tahun 2012
Bapak Yoshida, Bapak Yashukawa dan Ibu Saki Mari Moto.


Dalam setiap program Sahabat Air dan Sanitasi akan dimulai dan diakhiri oleh kunjungan donor program ke lapangan. Hal ini dilakukan oleh pihak donor untuk mengecek langsung kondisi sekolah yang akan mendapatkan bantuan program SAS, terutama mengenai fasilitas air dan sanitasi seperti wastaffel dan toilet. Selain itu pihak donor melakukan dialog dengan pihak sekolah terkait dengan keberlangsungan program SAS yang akan dijalankan disekolah tersebut. Semua itu dilakukan oleh pihak donor untuk mendapatkan informasi bahwa sekolah yang mendapatkan bantuan program SAS adalah sekolah yang memang memiliki tujuan dan semangat yang sama untuk menciptakan Agen Perubahan. Pada tanggal 25 Januari 2012, pihak donor (EoJ) dari kedubes Jepang mengirimkan perwakilannya yaitu, Bapak Yoshida, Bapak Yashukawa dan Ibu Saki Marimoto untuk mengunjungi beberapa sekolah program SAS periode 2011-2012. Ada enam sekolah yang dikunjungi yaitu, SDN Petamburan 01 Pg, 03 Pg, 02 Ptg, 04 Ptg, SDN Utan Kayu Selatan 09 Pg dan SDN Jatinegarakaum 07 pg.


Kunjungan pertama ke SDN Petamburan yang kebetulan pada periode ini 1 komplek sekolah menjadi peserta program SAS. Di sekolah ini para donor menyaksikan kampanye dalam bentuk aksi gerakan cuci tangan pakai sabun dan ajakan pelestarian air. Setelah itu pihak donor diajak berkeliling melihat madding, perbaikan toilet, pemasangan septicktank biofil karena sebelumnya sekolah ini tidak memiliki septic tank sehingga pembuangan dialirkan menuju kali dibelakang sekolah dan berinteraksi dengan SAS.


Dilanjutkan dengan menuju ke SDN Utan Kayu Utara 09 Pg, Jakrta Timur. Sekolah ini sudah menghikuti 2 periode sehingga memiliki 2 angkatan SAS yaitu, SAS periode 2010-2011 dan SAS periode 2011-2012. Para donor disambut dengan pemberian cinderamata kalung dari kalender bekas, kemudian para donor diajak berkeliling sekolah melihat bantuan yang telah diberikan dari program SAS seperti, Mading, wastafel dan pemasangan Septic Tank Biofil karena septictank sekolah yang sebelumnya sudah bocor. Setelah itu donor diajak ke ruang serbaguna untuk melihat SAS yang sedang membuat hastakarya dari barang bekas dan melihat praktik composting takakura dan ditutup dengan berbincang dengan pihak sekolah dan SAS seputar perkembangan program SAS disekolah.


Sekolah yang terakhir dikunjungi adalah SDN Jatinegarakaum 07 pg, Jakarta Timur. Disini para donor diperlihatkan simulasi saat fasilitator memberikan pendampingan disekolah, bagaimana saat SAS menjadi agen perubahan disekolahnya dengan memberikan informasi kepada murid lain tentang pelestarian air, menjaga lingkungan bersih serta berperilaku hidup bersih dan sehat dalam bentuk nyanyian dan ajakan.

0 komentar:

Posting Komentar